May 27, 2016

Doa Selamat Kelahiran Anak

Doa Selamat Kelahiran Anak
Doa Selamat Kelahiran Anak I KETIKA kita mendapatkan kabar gembira kelahiran seorang anak dari anggota keluarga, kerabat atau seorang teman, biasanya ada di antara kita yang mengucapkan “Selamat atas kelahiran putranya”, “Selamat, semoga menjadi anak yang sholeh”, “Selamat semoga anakmu menjadi anak yang berbakti kelak”, “Selamat, semoga anakmu berguna bagi nusa, bangsa agama dan orangtuanya”, atau dengan doa singkat “Bârokallâhu lakum” atau ucapan dan doa lain yang sejenis.
Ada ucapan dan doa yang lebih baik dari “sekedar” ucapan di atas. Dikatakan lebih baik karena dua hal. Pertama, dari sisi redaksinya jauh lebih bagus. Kedua, dari sisi sumbernya berasal dari orang-orang sholeh  terdahulu.

May 22, 2016

20 Faktor Penghambat Jodoh


Abu al-Ghifari dalam bukunya Bila Jodoh Tak Kunjung Datang menyebutkan beberapa hal yang menjadi faktor keterlambatan dalam mendapatkan jodoh. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Ada dua puluh faktor. Apa saja faktor-faktor itu? Berikut saya sarikan dari buku tersebut dengan sedikit penjelasan yang diperlukan.
Pertama, Doktrin Keluarga.  Biasanya ini terjadi dalam tiga bentuk (1) orang tua selalu tidak setuju dengan pasangan pilihan anak dan orang tua memiliki alternatif dan pilihan lain (2) orang tua sengaja memaksakan keinginannya kepada anak yang tidak disukai anak (3) orang tua mengharuskan anaknya menikah dengan pasangan yang memiliki syarat-syarat tertentu.

May 20, 2016

Berbakti Kepada Orang Tua yang Zalim

Orang Tua Zalim
BERBAKTI kepada kedua orang tua, adalah kewajiban yang sudah diketahui oleh kaum muslimin. Tidak ada yang mengingkari akan wajibnya berbuat baik kepada keduanya dan tidak ada yang meragukan besarnya dosa durhaka kepada keduanya. Namun, bagaimana jika kedua orang tua pernah berbuat zalim kepada anak-anaknya? Masihkah sang anak berkewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua yang zalim tersebut?
Ada sebuah riwayat dalam Al-adabul Mufradnya al-Imam Bukhari yang bisa dijadikan jawaban atas pertanyaan besar tersebut di atas.

August 18, 2012

Belajar dari Nabi Ibrahim dalam Berbakti Kepada Orang Tua

Nabi Ibrahim sering kita sebut namanya dalam bacaan sholat. Dalam hal keluarga, Nabi Ibrahim merupakan orang tua yang sukses karena bisa mencetak dua putranya (Nabi Ismail dan Nabi Ishaq ‘Alaihumassalam) menjadi anak yang sholeh sekaligus menjadi manusia pilihan. Terlepas penetapan manusia menjadi nabi merupakan hak prerogatif Allah SWT. Lebih dari itu, ternyata, Nabi Ibrahim bisa dijadikan sebagai suri tauladan yang baik bagi kaum muslimin dalam hal berbakti kepada orang tuanya.

Adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala langsung yang memerintahkan kepada Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam untuk menceritakan kisah Nabi Ibrohim sebagai pelajaran bagi umat manusia. “Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi” (QS Maryam [19]: 41).

Kisah yang dimaksud adalah dialog Nabi Ibrohim ‘Alaihissalam dengan bapaknya yg dalam satu riwayat dikenal dengan nama Azar (lihat Qishosul Anbiya karya Ibnu Katsir)

February 28, 2012

MENJADI IBU KREATIF

Menjadi ibu adalah sunatullah bagi para perempuan. Sebuah fase kehidupan yang seolah mengalir, tampak mudah dilakoni oleh semua perempuan. Padahal, banyak hal baru yang ditemui ibu seiring dengan perannya sebagai manajer rumah tangga.

Saat menikah, ia dituntut mampu melayani suami dengan baik. Menyediakan makanan kesukaannya, segala keperluannya, hingga memuaskan nalurinya. Lalu ketika hamil, ia harus belajar bagaimana menjadi calon ibu. Apa yang harus dilakukan selama masa kehamilan, bagaimana agar lancar dalam persalinan, dst.